BANJAR – Sudah satu pekan, Jalan di Desa Biih, Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan ditutup oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Banjar agar truk angkutan batu bara tidak lagi melintas di Kawasan tersebut.
Namun, nampaknya, pelaku penambang batu bara di kawasan tersebut tidak habis akal, meski ada penutupan dari Jalan Desa Biih, hingga Jalan Bypass Mataraman, angkutan batu bara memilih untuk beroperasi pada malam hari, alias saat anggota Dinas Perhubungan sudah tidak melakukan penjagaan.
Informasi tersebut didapat oleh pewarta dari salah satu warga setempat yang enggan disebutkan Namanya. Menurut sumber informasi, angkutan batu bara dapat bebas beroperasi pada saat malam hari.
“ Masih mengangkut mereka, tapi malam hari saat tidak ada penjagaan dari Dinas Perhubungan” ucap salah seorang warga, yang tak ingin identitasnya diungkap.
Dengan kejadian tersebut, aktivitas tambang batu bara ini nampaknya harus mendapat perhatian serius dari pemerintah Kabupaten Banjar, pasalnya, fasilitas umum seperti jalan yang seharusnya hanya untuk kenyamanan masyarakat, kini harus mengalami kerusakan akibat adanya aktivitas truk batu bara.
“ Karena jalan rusak, tentu sangat berpengaruh bagi kami warga yang sering melintas.” Ungkapnya.
Sementara Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Banjar, I Gusti Nyoman Yudiana saat dikonfirmasi mengatakan, meski sebelumnya ditargetkan penutupan jalan hanya dalam waktu satu minggu, namun pihaknya akan terus melakukan pemantauan.
“ Bisa saja kami perpanjang penutupan ini. Kita lihat dulu, karena kami akan terus melakukan pemantauan” ujarnya, saat dihubungi via seluler. Rabu (29/4/2026).





Tinggalkan Balasan