MARTAPURA – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Banjar gelar Capacity Building yang diikuti oleh 85 anggota DPKP, Di Halaman Putra Bulu, Awang Bangkal Timur, Kecamatan Karang Intan. Sabtu (7/2/2026).
kegiatan Capacity Building ini sebuah kegiatan yang bukan sekadar rutinitas pelatihan, tetapi merupakan proses pembentukan karakter, mental, dan profesionalisme sebagai petugas penyelamat. Tentu dengan instruktur yang handal dari Kodim 100 Banjar.
”Profesi kita bukan pekerjaan biasa. Kita hadir ketika orang lain panik.
Kita datang ketika orang lain menjauh, Kita berdiri di garis depan saat masyarakat berada dalam kondisi paling rentan.” Ujar Kepala DPKP Banjar, Agus Siswanto.
Karena itu, Lanjut Agus, kualitas personel jauh lebih penting daripada sekadar jumlah personel. Peralatan modern tanpa kesiapan mental hanya menjadi besi mahal.
”Namun anggota yang terlatih, disiplin, dan kompak akan mampu mengatasi keterbatasan” katanya.
Pria yang juga menjabat sebagai PLT Satpol PP Banjar ini juga menuturkan, Capacity building hari ini bertujuan membangun tiga hal utama Kompetensi
Kemampuan teknis pemadaman, penyelamatan, evakuasi, komunikasi darurat, serta pengambilan keputusan cepat di lapangan.
” yang utama, Soliditas Tim. Tidak ada pahlawan tunggal dalam pemadam kebakaran. Yang ada hanyalah regu yang saling percaya.
Keterlambatan satu orang bisa menjadi risiko seluruh tim.
Karakter dan Etos Pengabdian,” tegasnya.
Agus juga mengingatkan, tugas DPKP bukan hanya pemadam api, namun kehadiran DPKP juga bisa menjadi penenang masyarakat yang tengah mendapat musibah.
”Cara berbicara, sikap di lokasi, hingga empati kepada korban itulah wajah pemerintah di mata rakyat” ungkapnya.
ia juga menambahkan, Ke depan tantangan semakin kompleks.
kebakaran permukiman padat, banjir, pohon tumbang, hewan berbahaya, hingga rescue non-fire semakin meningkat.
”Artinya Damkar modern harus menjadi multi-response emergency service.
Karena itu saya berharap setelah kegiatan ini, Respon kita harus lebih cepat
Koordinasi harus lebih rapi, Komunikasi harus lebih jelas
Dan yang paling penting keselamatan personel harus menjadi prioritas
Ingat, kita menyelamatkan orang bukan mempertaruhkan nyawa secara sembrono” ucapnya.



