MARTAPURA – Bertajuk “Kayuh Ba’Anam” Lomda dayung tradisional di Desa Sungai Bangkal, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar diikuti 64 regu pendayung. Minggu (24/8/2025).
Selain antusias peserta lomba, Antusias warga sekitar juga tidak kalah meriah, ribuan warga rela berjejer di tepi sungai, bahkan ada juga rela panas-panasan diatas perahu hanya untuk mendukung jagoan mereka pada perlombaan tersebut.
Lomba yang baru pertamakali disleenggarakan oleh Pemerintaj Desa Sungai Bangkal ini mendapat apresiasi yng tinggi dari Anggota DPRD Banjar komisi 4, Kursani atau yang akrab disapa Pembakal Ikur.
“Luar biasa, mudah-mudahan di tahun-tahun berikutnya tambah meriah lagi. Dan kita banyak berharap pemerintah daerah supaya ini diprioritaskan. Karena ini adalah suatu bentuk budaya khususnya masyarakat pinggiran sungai. Mudah-mudahan bisa direspon dari pemerintah daerah dan bisa dilaksanakan tiap tahunnya,”katanya.
Ikur juga menekankan bahwa jukung bukan hanya sebatas alat perlombaan, tetapi juga bagian penting dari kehidupan sehari-hari warga di desa-desa tepian sungai.
“Sebenarnya kalau jukung ini masih banyak digunakan, misalnya untuk bekerja, mengangkut hasil panen, hingga berdagang. Jadi kegiatan lomba seperti ini bukan hanya hiburan, tapi juga mengingatkan kita pada identitas budaya,” tambahnya.
Lomba balap jukung di Sungai Bangkal ini pun diharapkan mampu menjadi ikon baru kegiatan budaya dan olahraga tradisional di Kabupaten Banjar, sekaligus mempererat persaudaraan antarwarga di tepian sungai.