Kegiatan yang digelar NPCI Kabupaten Banjar ini diikuti kontingen dari sembilan kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan. Pertandingan berlangsung 3 hari dimulai Jumat (4/9/2026) dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-76 Kabupaten Banjar dan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Ketua Pelaksana, Muhammad Iqbal mengatakan, kegiatan tersebut terlaksana berkat dukungan dan kerja sama berbagai pihak, khususnya Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar).
Ia menyampaikan apresiasi kepada NPCI Provinsi Kalimantan Selatan serta seluruh NPCI kabupaten/kota yang telah berpartisipasi.

“Kehadiran seluruh kontingen tentu menjadi bagian penting dalam memeriahkan kegiatan ini sekaligus mempererat silaturahmi keluarga besar olahraga disabilitas di Kalimantan Selatan,” ujarnya.
Ketua NPCI Kabupaten Banjar, Suratmin mengatakan, voli duduk menjadi bukti bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang bagi seseorang untuk berprestasi.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak semata-mata mengejar kemenangan, tetapi juga menjadi sarana mempererat persaudaraan dan kebersamaan antar-atlet disabilitas.
“Olahraga mengajarkan kita tentang perjuangan, kerja keras, disiplin, sportifitas dan semangat pantang menyerah,” katanya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi momentum untuk melahirkan atlet-atlet disabilitas berprestasi sekaligus menunjukkan kepada masyarakat bahwa atlet disabilitas mampu berkarya, berprestasi dan menginspirasi.
Sementara itu, Ketua NPCI Provinsi Kalimantan Selatan, Sumansyah, mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Banjar dan seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
Ia menilai kegiatan olahraga disabilitas memiliki peran penting dalam meningkatkan kebugaran, membangun kepercayaan diri, mempererat silaturahmi, sekaligus membuka kesempatan bagi atlet untuk mengembangkan potensi dan meraih prestasi.
“Kepada seluruh atlet kami berpesan agar bertanding dengan penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas, disiplin dan memberikan yang terbaik,” tuturnya.
Senada, Kepala Bidang Olahraga Disbudporapar Kabupaten Banjar, Ahmad Yasser menegaskan, olahraga harus menjadi ruang yang terbuka dan setara bagi semua.
Ia menyebut olahraga disabilitas bukan sekadar kegiatan pelengkap, melainkan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan keolahragaan di Kabupaten Banjar.
“Para atlet disabilitas harus memperoleh ruang yang sama untuk berlatih, berkompetisi, berkembang dan meraih prestasi,” tegasnya.
Menurut Yasser, Pemerintah Kabupaten Banjar berkomitmen mendorong pembangunan olahraga melalui pembinaan berkelanjutan, pencarian potensi atlet, peningkatan kualitas latihan, penambahan ruang kompetisi, penguatan organisasi olahraga serta peningkatan sarana dan prasarana secara bertahap.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, NPCI, KONI, cabang olahraga, pelatih, keluarga atlet, masyarakat, dunia usaha dan pemangku kepentingan lainnya.
“Setelah kegiatan ini selesai, pembinaan jangan ikut selesai. Atlet yang memiliki potensi harus terus didampingi dan dipersiapkan untuk membawa nama Kabupaten Banjar pada tingkat provinsi, nasional, bahkan lebih tinggi di dunia internasional,” ujarnya.
Kegiatan tersebut kemudian secara resmi dibuka oleh Ahmad Yasser. Ia mengajak seluruh atlet menjunjung tinggi sportivitas selama pertandingan dan berharap kompetisi tersebut melahirkan prestasi baru bagi Kabupaten Banjar dan Kalimantan Selatan.










